Sunan Ibnu Majah Hadits 159 - Mencintai dan Membenci Kaum Anshar
Cinta Kaum Anshar Berbuah Cinta Allah, Benci Berbuah Kebencian-Nya
Sunan Ibnu Majah : 159
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 159
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ وَعَمْرُو بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ الْأَنْصَارَ أَحَبَّهُ اللَّهُ وَمَنْ أَبْغَضَ الْأَنْصَارَ أَبْغَضَهُ اللَّهُ قَالَ شُعْبَةُ لِعَدِيٍّ أَسَمِعْتَهُ مِنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ إِيَّايَ حَدَّثَ
Al Bara' bin 'Azib Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mencintai kaum Anshar maka Allah mencintainya, dan barangsiapa membenci kaum Anshar maka Allah membencinya." Syu'bah bertanya kepada Adi: "Apakah anda mendengarnya dari Barra` bin 'Azib?" ia menjawab: "Hanya kepadakulah ia menceritakannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mencintai kaum Anshar merupakan jalan untuk mendapatkan cinta dan rida dari Allah.
- Membenci kaum Anshar mendatangkan kemurkaan dan kebencian dari Allah.
- Kaum Anshar memiliki jasa besar dalam sejarah tegaknya dakwah Islam di Madinah.
