Sunan Ibnu Majah Hadits 1596 - Cinta Rasulullah Kepada Bayi yang Gugur dalam Kandungan
Hadits 1596: Nilai Mulia Bayi Keguguran yang Mendahului Orang Tuanya
Sunan Ibnu Majah : 1596
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1596
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ النَّوْفَلِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَسِقْطٌ أُقَدِّمُهُ بَيْنَ يَدَيَّ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ فَارِسٍ أُخَلِّفُهُ خَلْفِي
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang bayi yang meninggal dalam kandungan ibunya mendahuluiku, sungguh lebih aku sukai dari seorang penunggang kuda yang mengawalku di belakangku. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam memandang mulia keberadaan bayi yang meninggal dunia sejak dalam kandungan (keguguran).
- Bayi yang keguguran bernilai sangat tinggi di sisi Rasulullah melampaui kemegahan pasukan pengawal duniawi.
- Kematian bayi dalam kandungan bukanlah kesia-siaan, melainkan sebuah tabungan pahala berharga di akhirat.
