Sunan Ibnu Majah Hadits 1606 - Dosa Memecahkan Tulang Orang Meninggal
Kesamaan Dosa Antara Menyakiti Mayit dan Menyakiti Orang Hidup
Sunan Ibnu Majah : 1606
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1606
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ أَخْبَرَنِي أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ عَنْ أُمِّهِ عَنْ أَمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِ عَظْمِ الْحَيِّ فِي الْإِثْمِ
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Dosa memecahkan tulang mayit sama dengan dosa memecahkan tulang orang hidup. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dosa memecahkan atau menyakiti fisik mayit setara dengan dosa menganiaya orang yang masih hidup.
- Islam menutup rapat celah tindakan pelecehan atau perusakan terhadap tubuh orang yang sudah wafat.
- Pentingnya kesadaran bagi para petugas pemulasaran jenazah untuk selalu bersikap lemah lembut.
