Sunan Ibnu Majah Hadits 1930 - Batas Minimal Jumlah Persusuan Hukum Mahram
Berapa Kali Persusuan yang Menyebabkan Mahram? Ini Penjelasannya
Sunan Ibnu Majah : 1930
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1930
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ أَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ حَدَّثَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُحَرِّمُ الرَّضْعَةُ وَلَا الرَّضْعَتَانِ أَوْ الْمَصَّةُ وَالْمَصَّتَانِ
Ummul Fadll Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak menjadi haram sekali persusuan atau dua kali, atau satu hisapan dan dua hisapan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Satu atau dua kali isapan susu dari seorang wanita tidak otomatis membuat seorang anak menjadi anak persusuan.
- Jumlah persusuan yang sangat sedikit (sekali atau dua kali) belum mengubah status hukum mahram antar individu.
- Penentuan status mahram akibat persusuan memiliki batasan kuantitas tertentu yang harus diperhatikan.
