Sunan Ibnu Majah Hadits 1986 - Sifat Cemburu yang Disukai dan Dibenci Allah
Jenis Rasa Cemburu yang Disukai dan Dibenci Oleh Allah
Sunan Ibnu Majah : 1986
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1986
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شَيْبَانَ أَبِي مُعَاوِيَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَهْمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْغَيْرَةِ مَا يُحِبُّ اللَّهُ وَمِنْهَا مَا يَكْرَهُ اللَّهُ فَأَمَّا مَا يُحِبُّ فَالْغَيْرَةُ فِي الرِّيبَةِ وَأَمَّا مَا يَكْرَهُ فَالْغَيْرَةُ فِي غَيْرِ رِيبَةٍ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Rasa cemburu ada yang disukai Allah dan ada juga yang dibenci Allah. Adapun yang disukai Allah adalah kecemburuan dalam masalah keraguan (yang menyebabkan kerusakan). Adapun yang dibenci adalah kecemburuan selain dalam hal keraguan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasa cemburu tidak selamanya buruk; ada porsi cemburu yang justru disukai dan dicintai oleh Allah.
- Cemburu yang baik adalah cemburu yang didasari alasan objektif atau keraguan yang mengarah pada potensi kerusakan syariat.
- Allah membenci sikap cemburu yang berlebihan, menuduh tanpa dasar, atau muncul di saat tidak ada keraguan sama sekali.
