Sunan Ibnu Majah Hadits 220 - Menuntut Ilmu Wajib Bagi Muslim
Hadits Tholabul 'Ilmi Faridhotun 'Ala Kulli Muslimin
Sunan Ibnu Majah : 220
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 220
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada ahlinya, seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menuntut ilmu agama merupakan kewajiban personal bagi setiap orang yang beragama Islam.
- Ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia layaknya emas serta mutiara berharga.
- Kurang tepat menempatkan atau memaksakan ilmu berharga kepada orang yang merendahkannya dan tidak berniat mengamalkannya.
