Sunan Ibnu Majah Hadits 25 - Beratnya Menyampaikan Hadits Nabi
Alasan Zaid bin Arqam Khawatir Menyampaikan Hadits
Sunan Ibnu Majah : 25
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 25
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ قُلْنَا لِزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ حَدِّثْنَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَبِرْنَا وَنَسِينَا وَالْحَدِيثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَدِيدٌ
'Abdurrahman bin Abu Laila Diriwayatkan dari:
Kami berkata kepada [Zaid bin Arqam]: "ceritakanlah kepada kami hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam!" ia berkata: "Kami telah menjadi tua dan pelupa, sedangkan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itu sangat keras (berat)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Faktor usia dan sifat pelupa menjadi alasan kuat bagi sebagian sahabat untuk membatasi diri dalam meriwayatkan hadits.
- Menyampaikan sabda Rasulullah dinilai sebagai perkara yang sangat berat beban tanggung jawabnya.
- Menahan diri dari berbicara tentang agama ketika merasa ragu atau lupa adalah sikap yang terpuji.
