Sunan Ibnu Majah Hadits 280 - Bekas Air Wudhu Sebagai Tanda Umat
Kemuliaan Anggota Wudhu yang Bercahaya di Hari Kiamat Kelak
Sunan Ibnu Majah : 280
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 280
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى النَّيْسَابُورِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ تَرَ مِنْ أُمَّتِكَ قَالَ غُرٌّ مُحَجَّلُونَ بُلْقٌ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ قَالَ أَبُو الْحَسَنِ الْقَطَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو حَاتِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ
Abdullah bin Mas'ud Diriwayatkan dari:
Rasulullah ditanya, "Bagaimana engkau tahu seseorang bukan termasuk dari umatmu?" beliau menjawab: "Wajahnya putih bercahaya karena bekas air wudlu." Abu Al Hasan Al Qaththan berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Hatim berkata: telah menceritakan kepada kami Abul Walid lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits diatas.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pasti mengenali umatnya di akhirat meski belum pernah bertemu.
- Rutinitas membasuh air wudhu di dunia akan berubah wujud menjadi cahaya benderang di hari kiamat.
- Bekas wudhu bertindak sebagai identitas istimewa yang membedakan umat Nabi dengan yang lain.
