Sunan Ibnu Majah Hadits 291 - Batas Waktu Menjaga Kebersihan Fitrah

Sunan Ibnu Majah 291: Batas Waktu Memotong Kumis dan Kuku dalam Islam

Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 291

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ الصَّوَّافُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Anas bin Malik Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kami waktu untuk memotong kumis, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku agar tidak lebih dari empat puluh malam.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Islam memberikan batas waktu maksimal empat puluh malam untuk memotong kuku dan kumis.
  • Mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak termasuk kebersihan diri yang diatur waktunya.
  • Menjaga kerapian fisik merupakan hal yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah kepada para sahabat.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami