Sunan Ibnu Majah Hadits 327 - Adab Buang Hajat Saat Safar

Kisah Perjalanan Nabi: Menjauh untuk Buang Hajat dan Berwudhu

Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 327

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُثَنَّى عَنْ عَطَاءٍ الْخُرَاسَانِيِّ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَتَنَحَّى لِحَاجَتِهِ ثُمَّ جَاءَ فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ

Anas Diriwayatkan dari:

Aku pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, beliau lalu menjauh untuk buang hajat. Setelah itu beliau minta diambilkan air wudlu, lalu beliau pun berwudlu.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Anjuran menjauh dari pandangan orang lain saat buang hajat dalam perjalanan.
  • Bolehnya meminta bantuan orang lain untuk mengambilkan air wudhu.
  • Segera berwudhu kembali setelah menyelesaikan buang hajat untuk menjaga kesucian.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami