Sunan Ibnu Majah Hadits 47 - Bahaya Sifat Senang Berdebat
Hadits Sifat Suka Berdebat yang Mendatangkan Kesesatan
Sunan Ibnu Majah : 47
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 47
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ ح و حَدَّثَنَا حَوْثَرَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ دِينَارٍ عَنْ أَبِي غَالِبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ } الْآيَةَ
Abu Umamah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tidak akan tersesat suatu kaum setelah petunjuk selama mereka masih tetap di atasnya, kecuali orang-orang yang senang berdebat." Kemudian beliau membaca ayat ini: "tetapi mereka itu adalah kaum yang senang berdebat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kebiasaan suka berdebat dalam urusan agama dapat menjadi penyebab hilangnya hidayah dan datangnya kesesatan.
- Petunjuk yang sudah ada seharusnya diamalkan, bukan sekadar dijadikan bahan perdebatan atau pertengkaran.
- Meninggalkan perdebatan yang tidak perlu adalah cara menjaga keutuhan iman dan persatuan kaum muslimin.
