Sunan Ibnu Majah Hadits 52 - Tanggung Jawab Orang yang Memberi Fatwa Salah
Hadits Sunan Ibnu Majah Nomor 52: Dosa Fatwa yang Tidak Benar
Sunan Ibnu Majah : 52
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 52
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنِي أَبُو هَانِئٍ حُمَيْدُ بْنُ هَانِئٍ الْخَوْلَانِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أُفْتِيَ بِفُتْيَا غَيْرَ ثَبَتٍ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa diberi fatwa dengan fatwa yang tidak benar, maka dosanya atas orang yang memberi fatwa."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang memberikan fatwa salah atau tidak akurat akan memikul dosa dari perbuatan salah tersebut.
- Pemberian fatwa dalam urusan agama harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh ketelitian.
- Masyarakat yang meminta fatwa perlu mendapatkan jawaban yang benar agar terhindar dari kesalahan.
