Sunan Ibnu Majah Hadits 78 - Empat Pokok Pilar Keimanan
Hadits 78: Empat Perkara Mutlak dalam Keimanan Seorang Hamba
Sunan Ibnu Majah : 78
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 78
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ زُرَارَةَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِأَرْبَعٍ بِاللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ وَبِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْقَدَرِ
Ali Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Seorang hamba tidak akan beriman hingga ia mengimani empat hal: Iman kepada Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, mengimani bahwa aku adalah utusan Allah, iman kepada hari kebangkitan setelah kematian dan iman kepada takdir."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keimanan menuntut pengakuan tauhid yang murni dan bersih dari unsur sekutu.
- Wajib memercayai hari kebangkitan setelah mati sebagai bagian penting dari rukun iman.
- Iman kepada takdir merupakan pilar fundamental yang mengesahkan status keislaman dan keimanan hamba.
