Sunan Ibnu Majah Hadits 87 - Hubungan Perbuatan Baik, Doa, dan Rezeki
Pengaruh Amalan Kebajikan dan Doa Terhadap Takdir serta Rezeki Seseorang
Sunan Ibnu Majah : 87
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 87
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِخَطِيئَةٍ يَعْمَلُهَا
Tsauban Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Tidak menambah umur kecuali perbuatan baik, tidak ada yang menolak takdir kecuali doa, dan sungguh, seorang laki-laki tertahan dari rizkinya karena kesalahan yang telah ia lakukan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Perbuatan baik dan kebajikan memiliki andil yang nyata dalam menambah umur manusia.
- Doa merupakan amalan luar biasa yang memiliki kekuatan untuk menolak ketetapan takdir.
- Kesalahan dan dosa yang dilakukan seseorang dapat menjadi penyebab tertahannya rezeki.
