Sunan an-Nasai Hadits 1163 - Durasi Duduk Tasyahud Awal
Mengapa Rasulullah Duduk Tasyahud Awal Seperti di Atas Batu Panas?
Sunan an-Nasai : 1163
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1163
أَخْبَرَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ أَيُّوبَ الطَّالَقَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ كَأَنَّهُ عَلَى الرَّضْفِ قُلْتُ حَتَّى يَقُومَ قَالَ ذَلِكَ يُرِيدُ
Telah mengabarkan kepada kami [Al Haitsam bin Ayyub Ath Thalaqaniy] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim bin 'Abdurrahman bin 'Auf] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami dari [Abu 'Ubaidah bin Mas'ud] dari [bapaknya] dia berkata:Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam ketika duduk pada rakaat kedua seakan-akan berada di atas batu yang di panaskan, hingga beliau segera berdiri lagi.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Duduk tasyahud awal disunnahkan untuk dilakukan secara ringkas dan tidak berlama-lama.
- Tidak dianjurkan memanjangkan doa di tasyahud awal agar bisa segera fokus menyelesaikan rakaat selanjutnya.
- Kiasan 'di atas batu panas' menunjukkan pentingnya semangat dan kecekatan dalam menjalankan rukun shalat.
