Sunan an-Nasai Hadits 1198 - Menjawab Salam dengan Deheman
Merespons Ucapan Salam Tamu di Tengah Shalat
Sunan an-Nasai : 1198
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1198
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ يَعْنِي ابْنَ مُدْرِكٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُجَيٍّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ لِي عَلِيٌّ كَانَتْ لِي مَنْزِلَةٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ تَكُنْ لِأَحَدٍ مِنْ الْخَلَائِقِ فَكُنْتُ آتِيهِ كُلَّ سَحَرٍ فَأَقُولُ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَإِنْ تَنَحْنَحَ انْصَرَفْتُ إِلَى أَهْلِي وَإِلَّا دَخَلْتُ عَلَيْهِ
Ali Diriwayatkan dari:
Aku mempunyai kedudukan di sisi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang tidak dimiliki oleh siapapun. Aku selalu menemuinya di waktu sahur dengan mengucapkan: 'Assalaamu 'Alaika ya Nabiyullah.' Apabila beliau berdehem, aku kembali ke rumahku. Jika tidak, maka akupun masuk.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kita dianjurkan mengucapkan salam terlebih dahulu ketika ingin bertamu atau memasuki rumah orang lain.
- Orang yang sedang mendirikan shalat tidak boleh membalas salam secara lisan, melainkan boleh dengan isyarat fisik atau deheman.
- Kedudukan mulia Ali bin Abi Thalib yang rajin mengunjungi Nabi pada sepertiga malam terakhir.
