Sunan an-Nasai Hadits 1245 - Posisi Duduk Tawaruk
Hadits Panduan Duduk Tawaruk di Rakaat Akhir Shalat
Sunan an-Nasai : 1245
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1245
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارِ بُنْدَارٌ وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ تَنْقَضِي فِيهِمَا الصَّلَاةُ أَخَّرَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَقَعَدَ عَلَى شِقِّهِ مُتَوَرِّكًا ثُمَّ سَلَّمَ
Abu Humaid As Sa'idi Diriwayatkan dari:
Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bila berada pada dua rakaat terakhir maka beliau mengakhirkan kaki kiri dan duduk tawaruk, kemudian salam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Terdapat pengajaran khusus yang mengupas pedoman menempatkan sandaran raga terbaik pada segmen final penyudahi peribadatan shalat.
- Rasulullah menata badannya mengadopsi mekanisme condong bertumpu meminggirkan kaki sisi kiri keluar, yang lekat dijuluki dudukan tawaruk.
- Mempraktikkan cara dan rupa dudukan tawaruk pada tahap finalisasi dinilai kuat sebagai cara andal memoles kesempurnaan peribadatan harian.
