Sunan an-Nasai Hadits 155 - Panduan Menyucikan Air Madzi
Langkah Tepat Menyucikan Air Madzi Sesuai Sunnah
Sunan an-Nasai : 155
Sunan an-NasaiNomor Hadis 155
أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَنْبَأَنَا أُمَيَّةُ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ أَنَّ رَوْحَ بْنَ الْقَاسِمِ حَدَّثَهُ عَنْ ابْنِ أَبِي نُجَيْحٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ إِيَاسِ بْنِ خَلِيفَةَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَّ عَلِيًّا أَمَرَ عَمَّارًا أَنْ يَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمَذْيِ فَقَالَ يَغْسِلُ مَذَاكِيرَهُ وَيَتَوَضَّأُ
Rafi' bin Khadij Diriwayatkan dari:
Ali pernah menyuruh Amar untuk menanyakan tentang Madzi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau menjawab: "Hendaknya ia mencuci kemaluannya lalu berwudlu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membersihkan alat vital setelah keluarnya cairan madzi adalah langkah wajib dalam menjaga kesucian.
- Air madzi tergolong cairan najis sehingga area tubuh yang terkena harus dibilas bersih menggunakan air.
- Perintah berwudhu di akhir bertujuan untuk mengembalikan kondisi suci sehingga bisa melaksanakan shalat lagi.
