Sunan an-Nasai Hadits 16 - Menjauh Saat Buang Hajat
Etika Bersembunyi Menjauh Saat Buang Hajat di Ruang Terbuka
Sunan an-Nasai : 16
Sunan an-NasaiNomor Hadis 16
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الْخَطْمِيُّ عُمَيْرُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنِي الْحَارِثُ بْنُ فُضَيْلٍ وَعُمَارَةُ بْنُ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي قُرَادٍ قَالَ خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْخَلَاءِ وَكَانَ إِذَا أَرَادَ الْحَاجَةَ أَبْعَدَ
Abdurrahman bin Abu Qurrad Diriwayatkan dari:
Aku pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke tempat yang sepi, apabila beliau ingin buang hajat, beliau menjauh.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Buang air sangat dianjurkan di tempat yang tertutup dan tidak dilintasi pandangan mata orang biasa.
- Menghindar dan menjauh saat mau hajat di lapangan terbuka menjaga harkat sekaligus kesopanan bersama.
- Rasa malu mencegah manusia dari perilaku tak wajar dalam melakukan kegiatan pembuangan kotoran secara bebas.
