Sunan an-Nasai Hadits 1656 - Penjelasan Rasulullah Tentang Rakaat Shalat Malam
Penjelasan Rasulullah Tentang Rakaat Shalat Malam
Sunan an-Nasai : 1656
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1656
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْهَيْثَمِ قَالَ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ ابْنَ شِهَابٍ حَدَّثَهُ أَنَّ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَحُمَيْدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَاهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ صَلَاةُ اللَّيْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Ada seorang lelaki berdiri lalu bertanya: `Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara shalat malam? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: 'Dua rakaat-dua rakaat, Jika kamu khawatir akan segera subuh maka shalatlah witir satu raka'at.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang Muslim dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu mengenai tata cara ibadah yang belum dipahaminya.
- Shalat malam hendaknya dikerjakan dalam satuan dua rakaat.
- Pentingnya memperhatikan pergerakan waktu malam agar tidak kehilangan kesempatan menutup ibadah dengan shalat witir.
