Sunan an-Nasai Hadits 1707 - Sebelas Rakaat dan Tidur Miring
Menutup Sebelas Rakaat Malam dengan Berbaring ke Kanan
Sunan an-Nasai : 1707
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1707
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً وَيُوتِرُ مِنْهَا بِوَاحِدَةٍ ثُمَّ يَضْطَجِعُ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat pada malam hari sebelas rakaat dan shalat witir satu rakaat di antara sebelas rakaat tersebut, kemudian berbaring ke sebelah kanan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mengerjakan shalat malam sebanyak sebelas rakaat adalah salah satu patokan ibadah terbaik ala Nabi.
- Shalat witir satu rakaat berfungsi dengan sangat baik sebagai penutup dan penyempurna shalat malam.
- Sangat disunnahkan untuk berbaring sejenak menghadap sisi kanan setelah menuntaskan ibadah malam.
- Islam memperhatikan kebugaran tubuh, di mana istirahat di sela waktu ibadah sangat dianjurkan.
