Sunan an-Nasai Hadits 1741 - Berbaring Setelah Shalat Sunnah Fajar
Shalat Qabliyah Subuh dan Berbaring ke Kanan
Sunan an-Nasai : 1741
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1741
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ بِالْأُولَى مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ بَعْدَ أَنْ يَتَبَيَّنَ الْفَجْرُ ثُمَّ يَضْطَجِعُ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Bila muadzin telah diam pada adzan yang pertama untuk shalat Fajar, maka beliau berdiri untuk Shalat dua rakaat yang ringan sebelum shalat Fajar setelah Fajar nampak jelas, kemudian berbaring pada bagian kanannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan untuk berbaring sejenak di atas bagian kanan tubuh setelah selesai mengerjakan shalat sunnah fajar.
- Shalat sunnah fajar hendaknya dilakukan secara ringan usai muadzin menyelesaikan kumandang adzan pertamanya.
- Menunggu waktu iqamah untuk shalat wajib subuh dapat diisi dengan kegiatan ringan seperti beristirahat menyamping.
