Sunan an-Nasai Hadits 1865 - Konfirmasi Basuhan Bilangan Ganjil
Anjuran Tegas Menggunakan Angka Ganjil Saat Memandikan Jenazah
Sunan an-Nasai : 1865
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1865
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ عَلْقَمَةَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ بَعْضِ إِخْوَتِهِ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ تُوُفِّيَتْ ابْنَةٌ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَنَا بِغَسْلِهَا فَقَالَ اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكِ إِنْ رَأَيْتُنَّ قَالَتْ قُلْتُ وِتْرًا قَالَ نَعَمْ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُورًا أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُورٍ فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي فَلَمَّا فَرَغْنَا آذَنَّاهُ فَأَعْطَانَا حِقْوَهُ وَقَالَ أَشْعِرْنَهَا إِيَّاهُ
Ummu 'Athiyyah Diriwayatkan dari:
Salah seorang puteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal dunia, lalu beliau menyuruh kami untuk memandikannya, beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali, tujuh kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- Aku berkata: 'Dengan bilangannya yang ganjil?, beliau menjawab: Ya. Beliau melanjutkan: Dan hendaklah pada bagian terakhir kali dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku."Setelah kami selesai, kami memberitahukan beliau, kemudian beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Angka ganjil adalah salah satu perkara yang disukai dalam agama, termasuk diterapkan pada prosedur memandikan jenazah.
- Bertanya dengan sopan untuk memperjelas instruksi ilmu agama adalah tindakan terpuji yang dilakukan para sahabat.
- Menambahkan sedikit pewangi ruangan yang alami (kapur barus) adalah langkah terakhir yang disunnahkan untuk menyegarkan jenazah.
