Sunan an-Nasai Hadits 2312 - Dua Bulan Berturut-turut

Menyambung Puasa Sya'ban dan Ramadhan

Sunan an-NasaiNomor Hadis 2312

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Ummu Salamah Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya'ban dan Ramadlan."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Nabi Muhammad memperbanyak puasa Sya'ban hingga terlihat bersambung dengan bulan Ramadhan.
  • Hanya paduan bulan Sya'ban dan Ramadhan yang sering dijadikan waktu puasa padat oleh Nabi.
  • Diperbolehkan memperbanyak puasa di akhir Sya'ban bagi yang sudah biasa merutinkannya.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami