Sunan an-Nasai Hadits 2342 - Adab Bertanya dan Larangan Puasa Dahr

Kemarahan Nabi Saat Ditanya Secara Berlebihan Tentang Puasa

Sunan an-NasaiNomor Hadis 2342

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ غَيْلَانَ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيَّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِهِ فَغَضِبَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَسُئِلَ عَمَّنْ صَامَ الدَّهْرَ فَقَالَ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ أَوْ مَا صَامَ وَمَا أَفْطَرَ

Abu Qatadah Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa beliau. Beliau marah. Lalu Umar berkata: "Kami rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Rasul", lalu beliau ditanya tentang orang yang berpuasa dahr, beliau menjawab: "Dia -dianggap- tidak berpuasa dan tidak berbuka. Atau ia tidak berpuasa dan tidak berbuka."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Sangat perlu menjaga kesopanan dan takaran saat melontarkan pertanyaan berkaitan ibadah agar tak memancing marah orang lain.
  • Membaca doa tanda rela pada Allah dan Islam seperti yang diucapkan Umar itu bagus untuk menetralkan hawa nafsu.
  • Penolakan atas cara ibadah puasa tanpa rehat sehari pun tetap menjadi pedoman utama syariat Islam.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami