Sunan an-Nasai Hadits 2967 - Ketenangan Bertolak dari Arafah
Ketenangan Rasulullah Saat Bertolak dari Arafah ke Muzdalifah
Sunan an-Nasai : 2967
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2967
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا حِبَّانُ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَرَفَاتٍ وَرِدْفُهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَجَالَتْ بِهِ النَّاقَةُ وَهُوَ رَافِعٌ يَدَيْهِ لَا تُجَاوِزَانِ رَأْسَهُ فَمَا زَالَ يَسِيرُ عَلَى هِينَتِهِ حَتَّى انْتَهَى إِلَى جَمْعٍ
Al Fadhl bin Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertolak dari Arafah memboncengkan Usamah bin Zaid, kemudian untanya berkeliling dan beliau mengangkat kedua tangannya tidak melebihi kepala, dan beliau terus berjalan dengan pelan hingga sampai Muzdalifah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menjaga ketenangan dan tidak terburu-buru saat melaksanakan ibadah haji, khususnya saat bertolak dari padang Arafah.
- Kesederhanaan dan kerendahan hati Rasulullah yang bersedia memboncengkan sahabat di kendaraannya tanpa rasa sombong.
- Berdoa dengan sikap yang wajar, seperti mengangkat tangan namun tidak terlalu tinggi melebihi batasan kepala.
