Sunan an-Nasai Hadits 2975 - Wudhu di Perjalanan Haji
Wudhu Ringan di Perjalanan dan Jama' Shalat di Muzdalifah
Sunan an-Nasai : 2975
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2975
أَخْبَرَنَا مُحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَزَلَ الشِّعْبَ الَّذِي يَنْزِلُهُ الْأُمَرَاءُ فَبَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءًا خَفِيفًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ قَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ فَلَمَّا أَتَيْنَا الْمُزْدَلِفَةَ لَمْ يَحُلَّ آخِرُ النَّاسِ حَتَّى صَلَّى
Usamah bin Zaid Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah singgah di jalan bukit yang menjadi tempat singgah para pemimpin, kemudian beliau kencing, kemudian berwudhu ringan. Lalu saya katakan: wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apakah anda akan melakukan shalat? Beliau menjawab: "Shalat ada di depanmu." Kemudian tatkala kami sampai di Muzdalifah tidak berhenti orang yang paling terakhir hingga ia melakukan shalat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keharusan mengutamakan mendirikan ibadah shalat secara langsung setibanya di Muzdalifah sebelum sibuk rebahan istirahat.
- Diperbolehkan mengambil wudhu ringan atau hanya menjaga kesucian badan (tajdid wudhu) saat berada di tengah perjalanan.
- Syariat melaksanakan ibadah shalat jama' antara Maghrib dan Isya' di wilayah Muzdalifah adalah sunnah rasul yang kuat.
