Sunan an-Nasai Hadits 309 - Mengutamakan Kesucian Saat Berzikir dan Menjawab Salam
Tayamum ke Dinding Sebelum Menjawab Ucapan Salam
Sunan an-Nasai : 309
Sunan an-NasaiNomor Hadis 309
أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ اللَّيْثِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ عَنْ عُمَيْرٍ مَوْلَى ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ أَقْبَلْتُ أَنَا وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَسَارٍ مَوْلَى مَيْمُونَةَ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى أَبِي جُهَيْمِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ الصِّمَّةِ الْأَنْصَارِيِّ فَقَالَ أَبُو جُهَيْمٍ أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ الْجَمَلِ وَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الْجِدَارِ فَمَسَحَ بِوَجْهِهِ وَيَدَيْهِ ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Aku dan Abdullah bin Yasar -budak Maimunah- datang menemui Abu Juhaim bin Al Harits bin Ash Shammah Al Anshari. [Abu Juhaim] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang dari arah sumur Jamal dan beliau berjumpa dengan seorang laki-laki. Ia memberi salam, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menjawabnya hingga beliau menghadap dinding lalu mengusap wajah dan kedua tangannya, baru kemudian beliau membalas salam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk berada dalam posisi wudu atau bersuci jika ingin mengamalkan zikir lisan.
- Menjawab ucapan salam adalah perkara agama yang menyebut nama keselamatan Allah sehingga baiknya diucapkan kala tubuh terbebas dari najis.
- Debu yang menempel di permukaan dinding tembok bangunan sah digunakan sebagai media tayamum jika sedang sulit mencari air.
