Sunan an-Nasai Hadits 3227 - Adab Berbicara dan Khutbah
Pentingnya Menjaga Adab Saat Berbicara tentang Agama
Sunan an-Nasai : 3227
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3227
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ تَشَهَّدَ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحَدُهُمَا مَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشِدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَدْ غَوَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِئْسَ الْخَطِيبُ أَنْتَ
'Adi bin Hatim Diriwayatkan dari:
Terdapat dua orang laki-laki yang mengucapkan tasyahud (pernyataan syahadat) di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, salah seorang diantara mereka mengucapkan: MAN YUTHI'ILLAAHA WA RASUULAHU FAQAD RASYADA WA MAN YA'SHIHIMAA FAQAD GHAWAA. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seburuk-buruk Khathib adalah engkau."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pentingnya memperhatikan pilihan kata saat berbicara soal agama atau berkhutbah.
- Larangan menggabungkan sebutan Allah dan Rasul-Nya dalam satu kata ganti secara bersamaan.
- Umat Islam diajarkan untuk selalu menjaga adab dan penghormatan yang tinggi kepada kedudukan Allah Ta'ala.
