Sunan an-Nasai Hadits 3659 - Hibah Umra Menjadi Hak Pewaris
Kepemilikan Harta Hibah Umra bagi Pewaris dalam Islam
Sunan an-Nasai : 3659
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3659
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ قَالَ أَنْبَأَنَا حِبَّانُ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ دِينَارٍ يُحَدِّثُ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ حُجْرٍ الْمَدَرِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى لِلْوَارِثِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Zaid bin Tsabit Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "'Umra adalah untuk pewaris." Wallahu a'lam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Harta yang dihibahkan dengan sistem umra sepenuhnya menjadi hak milik penerima dan pewarisnya.
- Hibah yang telah diberikan tidak dapat ditarik kembali oleh pemberi setelah penerima meninggal dunia.
- Islam memberikan kejelasan dalam hukum kepemilikan harta untuk mencegah sengketa antar umat.
