Sunan an-Nasai Hadits 3834 - Sejarah Pelarangan Sewa Tanah Berdasarkan Posisi Tanaman
Resolusi Konflik Petani: Larangan Menuntut Tanaman Subur Sebagai Sewa
Sunan an-Nasai : 3834
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3834
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنِي عَمِّي قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عِكْرِمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ لَبِيبَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ كَانَ أَصْحَابُ الْمَزَارِعِ يُكْرُونَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَزَارِعَهُمْ بِمَا يَكُونُ عَلَى السَّاقِي مِنْ الزَّرْعِ فَجَاءُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاخْتَصَمُوا فِي بَعْضِ ذَلِكَ فَنَهَاهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُكْرُوا بِذَلِكَ وَقَالَ أَكْرُوا بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ سُلَيْمَانُ عَنْ رَافِعٍ فَقَالَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ عُمُومَتِهِ
Sa'd bin Abu Waqash Diriwayatkan dari:
Dahulu para pemilik sawah menyewakan ladangnya pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan imbalan tanaman yang menjadi kewajiban orang yang menyirami. Kemudian mereka datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berselisih mengenai sebagian hal tersebut. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang mereka dari hal tersebut untuk menyewakan dengan hal tersebut. Beliau bersabda: "Sewakan dengan imbalan emas dan perak."Sulaiman telah meriwayatkan hadits ini dari Rafi', ia mengatakan dari seseorang diantara paman-pamannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Haram bagi pemilik sawah untuk menentukan untung dari petak yang paling subur untuk dirinya sendiri.
- Segala pertengkaran uang dan ladang wajib dikembalikan pada pedoman dari Nabi agar keputusannya sama rata.
- Membayar sewa ladang pakai lembaran uang atau perak adalah langkah teraman yang memuaskan banyak warga.
- Pemilik lahan harus menghilangkan sifat egoisnya yang terus menerus memaksa penyewa kerja bakti tanpa jaminan.
