Sunan an-Nasai Hadits 397 - Kriteria Air yang Dilarang Dikencingi
Larangan Khusus Kencing pada Air yang Tidak Mengalir
Sunan an-Nasai : 397
Sunan an-NasaiNomor Hadis 397
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ قَالَ سُفْيَانُ قَالُوا لِهِشَامٍ يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ إِنَّ أَيُّوبَ إِنَّمَا يَنْتَهِي بِهَذَا الْحَدِيثِ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ إِنَّ أَيُّوبَ لَوْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَرْفَعَ حَدِيثًا لَمْ يَرْفَعْهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Janganlah salah seorang kalian kencing di air menggenang, yang tidak mengalir, kemudian mandi di sana." Sufyan mengatakan: "mereka mengatakan kepada Hasyim yakni Ibnu Hasan, bahwa Ayyub membawakan hadits ini hingga Abu Hurairah. Lalu ia mengatakan: adapun Ayyub sekiranya bisa untuk tidak memarfu'kan hadits, maka ia tidak memarfu'kannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hukum mencemari air yang tergenang dan berhenti jauh lebih berat karena najisnya bertahan dan tidak bisa tersapu arus.
- Air yang mengalir deras memiliki kemampuan mentoleransi sejumlah kecil kotoran, namun tempat diam sangat rentan jadi najis.
- Setiap tindakan bersuci harus dilakukan menggunakan pasokan air yang sungguh terjamin kebersihan serta kehalalannya.
