Sunan an-Nasai Hadits 449 - Sejarah Penetapan Jumlah Rakaat Shalat
Asal Mula Jumlah Rakaat Shalat dan Hukum Qashar
Sunan an-Nasai : 449
Sunan an-NasaiNomor Hadis 449
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَوَّلَ مَا فُرِضَتْ الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ فَأُقِرَّتْ صَلَاةُ السَّفَرِ وَأُتِمَّتْ صَلَاةُ الْحَضَرِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Shalat yang pertama kali diwajibkan adalah dua raka'at. Lalu itu ditetapkan untuk shalat dalam perjalanan, dan disempurnakan (menjadi empat raka'at) shalat bagi yang menetap (tidak bepergian).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Aturan dalam agama Islam itu sangat fleksibel dan tidak kaku dalam menghadapi kesulitan umatnya.
- Menyempurnakan shalat menjadi empat rakaat merupakan aturan wajib bagi mereka yang berada di rumah atau menetap.
- Memahami sejarah turunnya perintah ibadah membantu kita mengerti asal mula hukum agama dengan lebih baik.
