Sunan an-Nasai Hadits 4918 - Cabang Keimanan dan Sifat Malu
Rasa Malu: Salah Satu Cabang Keimanan yang Sangat Penting
Sunan an-Nasai : 4918
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4918
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ بِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari keimanan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Iman tidak hanya keyakinan di hati, tapi terdiri dari lebih dari tujuh puluh cabang amalan.
- Rasa malu (haya') memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam struktur keimanan Islam.
- Memiliki rasa malu akan membentengi diri dari melakukan perbuatan dosa dan maksiat.
