Sunan an-Nasai Hadits 5121 - Rasulullah Mengganti Cincin Emas Menjadi Perak
Peralihan Cincin Nabi dari Emas ke Perak Berukir
Sunan an-Nasai : 5121
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5121
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخَتَّمَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ ثُمَّ طَرَحَهُ وَلَبِسَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَقَالَ لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ يَنْقُشَ عَلَى نَقْشِ خَاتَمِي هَذَا ثُمَّ جَعَلَ فَصَّهُ فِي بَطْنِ كَفِّهِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memakai cincin dari emas, kemudian beliau membuangnya dan memakai cincin dari perak. Beliau mengukirnya dengan 'Muhammad Rasulullah'. Beliau bersabda: Tidak sepantasnya seseorang membuat ukiran sebagaimana ukiranku." Kemudian beliau menghadapkan mata cincinnya ke arah telapak tangan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Cincin berbahan perak merupakan perhiasan alternatif yang halal dan dianjurkan bagi kaum laki-laki.
- Cincin Nabi diukir dengan tulisan khusus 'Muhammad Rasulullah' untuk keperluan stempel resmi.
- Dilarang menjiplak ukiran cincin Rasulullah agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan surat.
- Memposisikan mata cincin di bagian dalam telapak tangan menunjukkan sikap rendah hati dan menghindari pamer.
