Sunan an-Nasai Hadits 5283 - Adzan Bilal di Samping Kemah
Adab Menoleh Saat Mengumandangkan Adzan
Sunan an-Nasai : 5283
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5283
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَّامٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ الْأَزْرَقُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَطْحَاءِ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ حَمْرَاءَ وَعِنْدَهُ أُنَاسٌ يَسِيرُ فَجَاءَهُ بِلَالٌ فَأَذَّنَ فَجَعَلَ يُتْبِعُ فَاهُ هَاهُنَا وَهَاهُنَا
Abu Juhaifah Diriwayatkan dari:
Kami di Bathha (daerah sekitar Makkah) bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, waktu itu beliau berada di dalam kemahnya yang berwarna merah, sementara di sisinya hanya ada beberapa orang. Lalu Bilal datang dan mengumandangkan adzan, ia mengikuti gerakan mulutnya ke sini dan ke sini.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Disunnahkan bagi seorang muadzin untuk menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri saat sampai pada lafaz tertentu dalam adzan.
- Menggunakan kemah merah sebagai tempat peristirahatan saat bepergian (safar) adalah hal yang mubah atau diperbolehkan.
- Keutamaan Bilal bin Rabah sebagai muadzin kepercayaan yang langsung melayani panggilan shalat di dekat kemah Rasulullah SAW.
