Sunan an-Nasai Hadits 5293 - Kepemimpinan Wanita
Syarat Kepemimpinan Tertinggi dalam Islam
Sunan an-Nasai : 5293
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5293
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ عَصَمَنِي اللَّهُ بِشَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا هَلَكَ كِسْرَى قَالَ مَنْ اسْتَخْلَفُوا قَالُوا بِنْتَهُ قَالَ لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ امْرَأَةً
Abu Bakrah Diriwayatkan dari:
Allah telah memeliharaku dengan sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat Kisra hancur, beliau bertanya: "Siapa yang mereka angkat sebagai raja?" para sahabat menjawab, "Puterinya." Beliau lalu bersabda: "Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan perkaranya kepada seorang wanita."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kepemimpinan pucuk negara tidak diserahkan kepada sosok wanita dalam Islam.
- Ucapan Nabi terkait kejadian masa depan selalu terbukti benar dan akurat.
- Islam memiliki tatanan beban tanggung jawab yang rasional antara laki-laki dan perempuan.
