Sunan an-Nasai Hadits 5375 - Memohon Perlindungan dari Jiwa yang Tidak Pernah Puas
Doa Nabi Agar Terhindar dari Hati yang Keras dan Ilmu Sia-sia
Sunan an-Nasai : 5375
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5375
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا خَلَفٌ عَنْ حَفْصٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو بِهَذِهِ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ وَنَفْسٍ لَا تَشْبَعُ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ
Anas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berdoa dengan doa-doa berikut: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN 'ILMIN LAA YANFA' WA QALBIN LAA YAKHSYA' WA DU'A`IN LAA YUSMA' WA NAFSIN LAA TASYBA' (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', doa yang tidak didengar dan jiwa yang tidak merasa puas) '. Kemudian beliau mengucapkan: "ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN HAULAA`IL ARBA' (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari empat perkara tersebut)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ilmu baru bisa disebut bermanfaat apabila ia mendekatkan diri kita kepada Allah.
- Hati yang keras dan tidak khusyuk akan membuat doa kita terhalang.
- Jangan memelihara jiwa yang rakus, karena itu akan menjauhkan kita dari rasa syukur.
