Sunan an-Nasai Hadits 873 - Menghidupkan Tiga Sunnah Saat Shalat
Menghidupkan Tiga Sunnah Nabi dalam Shalat
Sunan an-Nasai : 873
Sunan an-NasaiNomor Hadis 873
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سَمْعَانَ قَالَ جَاءَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ فَقَالَ ثَلَاثٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِنَّ تَرَكَهُنَّ النَّاسُ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي الصَّلَاةِ مَدًّا وَيَسْكُتُ هُنَيْهَةً وَيُكَبِّرُ إِذَا سَجَدَ وَإِذَا رَفَعَ
Sa'id bin Sam'an Diriwayatkan dari:
[Abu Hurairah] datang ke Masjid Bani Zuraiq, kemudian ia berkata: 'Ada tiga hal yang dulu selalu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tetapi banyak ditinggalkan oleh manusia, yaitu beliau mengangkat kedua tangan saat memulai shalat dengan membentangkannya, diam sejenak saat mengawali shalat, dan bertakbir bila hendak sujud dan ketika hendak mengangkat kepala dari sujud.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hadirnya sunnah melapangkan ukuran jari tangan dalam bingkai rileks, bukan direkatkan kuat sewaktu jemari mendarat di sisi pembuka.
- Wasiat memberikan keheningan istirahat berupa jeda saktah setelah lafaz pertama guna dipenuhi untaian persembahan nama penguasa doa iftitah ringan.
- Melafalkan secara tertib bait kemegahan asma takbir dalam pergantian porsi perpindahan raga ke posisi sembah bumi (sujud) sehari-hari.
