Sunan an-Nasai Hadits 888 - Doa Iftitah Lengkap Untuk Shalat Sunnah
Doa Iftitah Wajjahtu Wajhiya Untuk Shalat Sunnah
Sunan an-Nasai : 888
Sunan an-NasaiNomor Hadis 888
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ حِمْيَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ وَذَكَرَ آخَرَ قَبْلَهُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ الْأَعْرَجِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي تَطَوُّعًا قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ثُمَّ يَقْرَأُ
Muhammad bin Maslamah Diriwayatkan dari:
Jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit untuk mengerjakan shalat sunnah maka beliau mengucapkan: "Allahu Akbar Wajjahtu Wajhiya Lilladzi Fathoros Samawaati Wal Ardlo Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin, Inna Sholatiy Wanusukiy Wamahyaaya Wamamaatiy Lillahirabbil 'Aalamiin La Syariikalahu Wa Bidzalika Umirtu Wa Anaa Awwalul Muslimiin, Allahumma Antal Maliku Laa Ilaha Illa Anta Subhaanaka Wabihamdika (Allah Maha Besar aku hadapkan wajahku (tujuanku) kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan pasrah. Aku tidak termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku (Kurbanku). hidupku dan matiku hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk kaum muslim.Ya Allah, Engkau adalah penguasa yang tiada Dzat yang berhak disembah selain Engkau. Engkau Maha Suci dan dengan memuji-Mu)." Kemudian beliau membaca surat (al-Fatihah).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Anjuran membaca doa iftitah tetap berlaku pada shalat sunnah, bukan sekadar untuk shalat fardhu.
- Doa Wajjahtu Wajhiya mengajarkan dasar tauhid dan sikap penyerahan diri yang bersih dari kesyirikan.
- Memuji kebesaran dan kesucian Allah melalui tasbih serta tahmid adalah amalan yang disukai sebelum membaca Al Fatihah.
