Ramal dalam Tawaf
Total Hadis 2
Memahami Sunnah Ramal dalam Tawaf Menurut Hadits
Dalam ibadah haji dan umrah, terdapat sunnah yang dikenal sebagai Ramal, yaitu berjalan cepat atau berlari-lari kecil saat melakukan thawaf. Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk melakukan Ramal pada tiga putaran pertama saat tiba di Makkah. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk perlawanan terhadap ejekan kaum musyrikin yang saat itu menganggap kaum Muslimin lemah karena terkena demam Yatsrib. Dengan melakukan Ramal, Rasulullah SAW ingin memperlihatkan kekuatan fisik dan keteguhan iman umat Islam kepada mereka. Penting untuk dipahami bahwa Ramal adalah sunnah yang penuh hikmah, sebuah cara elegan untuk menunjukkan kehormatan kaum Muslimin di hadapan tantangan. Semoga pemahaman ini menambah kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah thawaf Anda.
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ هُوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ إِنَّهُ يَقْدَمُ عَلَيْكُمْ وَفْدٌ وَهَنَهُمْ حُمَّى يَثْرِبَ وَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَرْمُلُوا الْأَشْوَاطَ الثَّلَاثَةَ وَأَنْ يَمْشُوا مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ وَلَمْ يَمْنَعْهُ أَنْ يَأْمُرَهُمْ أَنْ يَرْمُلُوا الْأَشْوَاطَ كُلَّهَا إِلَّا الْإِبْقَاءُ عَلَيْهِمْ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَزَادَ ابْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَامِهِ الَّذِي اسْتَأْمَنَ قَالَ ارْمُلُوا لِيَرَى الْمُشْرِكُونَ قُوَّتَهُمْ وَالْمُشْرِكُونَ مِنْ قِبَلِ قُعَيْقِعَانَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya tiba di (Makkah), kaum musyrikin mencemooh: "Telah datang kepada kalian para utusan yang "lembek" karena flu Yatsrib (Madinah), maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan para sahabat agar berlari-lari kecil ketika melakukan tiga putaran thawaf pertama dan agar mereka berjalan diantara dua rukun yamani. Tak ada yang menghalangi beliau untuk menyuruh mereka berlari dalam semua putaran selain karena kasih sayang beliau kepada mereka.Kata Abu Abdullah, [Ibnu Salamah] menambahkan dari [Ayyub] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] katanya:Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba pada tahun berikutnya, yang telah beliau minta jaminan keamanannya, beliau bersabda: "Berlarilah kalian agar orang musyrik melihat kekuatan kalian." Dan ketika itu kaum musyrikin berada di suatu lokasi yang namanya Qu'aiqi'an.
حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ إِنَّمَا سَعَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ لِيُرِيَ الْمُشْرِكِينَ قُوَّتَهُ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berlari-lari di Baitullah dan antara Shafa dan Marwa, untuk memperlihatkan kekuatannya kepada orang-orang musyrik.
