Takhayul
Total Hadis 4
Menolak Mitos dan Takhayul Berdasarkan Petunjuk Hadits
Kumpulan hadits ini menegaskan bahwa ajaran Islam dengan tegas melarang keyakinan terhadap takhayul, mitos kesialan, dan ramalan buruk yang tidak berdasar. Rasulullah SAW bersabda untuk menghapus kepercayaan jahiliah seperti adanya penularan penyakit secara gaib tanpa kehendak Allah ('adwa), ramalan nasib sial melalui burung atau tanda alam (thiyarah), anggapan bulan Safar sebagai bulan membawa malapetaka (shafar), serta mitos buruk seputar burung hantu (hammah). Rasulullah SAW mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi hanya karena ketetapan pertama dari Allah SWT. Menurut penjelasan tabi'in, keyakinan keliru di masyarakat mengenai hammah sebagai jelmaan arwah atau shafar sebagai penyakit perut adalah tidak benar. Melalui pesan ini, kita diajarkan untuk bersikap rasional dan menjaga ketauhidan. Selain itu, sebagai bentuk amalan nyata yang dianjurkan, umat Islam didorong untuk melakukan bakti terbaik dengan menjaga tali silaturahim kepada kerabat dekat yang dicintai oleh orang tua.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُتَوَكِّلِ الْعَسْقَلَانِيُّ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَّةَ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ مَا بَالُ الْإِبِلِ تَكُونُ فِي الرَّمْلِ كَأَنَّهَا الظِّبَاءُ فَيُخَالِطُهَا الْبَعِيرُ الْأَجْرَبُ فَيُجْرِبُهَا قَالَ فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ قَالَ مَعْمَرٌ قَالَ الزُّهْرِيُّ فَحَدَّثَنِي رَجُلٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ قَالَ فَرَاجَعَهُ الرَّجُلُ فَقَالَ أَلَيْسَ قَدْ حَدَّثَنَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ قَالَ لَمْ أُحَدِّثْكُمُوهُ قَالَ الزُّهْرِيُّ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ قَدْ حَدَّثَ بِهِ وَمَا سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ نَسِيَ حَدِيثًا قَطُّ غَيْرَهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tidak ada 'adwa, thiyarah, shafar, dan tidak ada hammah." Seorang Arab badui lalu berkata: "Kenapa seekor unta yang ada di gurun pasir berlari seperti kijang, kemudian bercampur dengan unta yang terkena penyakit kurap lalu ia tertular penyakit kurap?" Beliau menjawab: "(Jika begitu) siapakah yang menularkannya kepada yang pertama?"Ma'mar berkata: Az Zuhri berkata: telah menceritakan kepadaku seorang laki-laki dari Abu Hurairah bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah orang yang memiliki unta yang sakit mendatangkannya kepada orang yang memiliki unta yang sehat!"Kemudian orang tersebut kembali kepadanya dan berkata: "Bukankah ia telah menceritakan kepada kita bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada 'Adwa, thiyarah, shafar dan tidak ada hammah." Abu Hurairah berkata: "Aku belum pernah menceritakannya kepada kalian." Az Zuhri berkata: [Abu Salamah] berkata: "Abu Hurairah telah menceritakannya dan aku tidak pernah mendengar ia lupa kepada suatu hadits pun selain hadits tersebut."
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَدْوَى وَلَا هَامَةَ وَلَا نَوْءَ وَلَا صَفَرَ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tidak ada 'Adwa, hammah, nau` (keyakinan adanya hujan karena bintang tertentu) dan tidak ada shafar."
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْمَرْءِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya sebaik-baik bakti adalah seseorang menyambung tali silaturahim kepada orang-orang yang dicintai oleh bapaknya sepeninggalnya."
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ يَقُولُ النَّاسُ الصَّفَرُ وَجَعٌ يَأْخُذُ فِي الْبَطْنِ قُلْتُ فَمَا الْهَامَةُ قَالَ يَقُولُ النَّاسُ الْهَامَةُ الَّتِي تَصْرُخُ هَامَةُ النَّاسِ وَلَيْسَتْ بِهَامَةِ الْإِنْسَانِ إِنَّمَا هِيَ دَابَّةٌ
'Atha` Diriwayatkan dari:
Orang-orang berkata: "Shafar adalah sebuah penyakit yang ada dalam perut." Kemudian aku tanyakan: "Apakah hamah itu?" 'Atha melanjutkan: Orang-orang menjawab: "Burung hantu yang berteriak itu sebenarnya arwah orang-orang. Padahal itu bukan nyawa manusia, sesungguhnya hammah adalah binatang melata."
