Sunan Abu Daud Hadits 1142 - Shalat Duduk
Variasi Jumlah Rakaat Shalat Malam dan Kebolehan Shalat Sambil Duduk
Sunan Abu Daud : 1142
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1142
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ وَمُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً كَانَ يُصَلِّي ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ وَيُوتِرُ بِرَكْعَةٍ ثُمَّ يُصَلِّي قَالَ مُسْلِمٌ بَعْدَ الْوِتْرِ ثُمَّ اتَّفَقَا رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ قَاعِدٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ وَيُصَلِّي بَيْنَ أَذَانِ الْفَجْرِ وَالْإِقَامَةِ رَكْعَتَيْنِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang mengerjakan shalat malam tiga belas raka'at, dan terkadang beliau mengerjakan delapan raka'at, lalu witir satu raka'at, setelah itu beliau mengerjakan shalat (sunnah fajar -pent) -Muslim berkata: "Yaitu setelah witir"- kemudian hadits Muslim dan Musa sepakat pada kalimat- dua raka'at, beliau mengerjakannya sambil duduk. Apabila hendak ruku', beliau berdiri lalu ruku'. Beliau juga mengerjakan shalat dua raka'at antara adzan dan iqamah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jumlah rakaat shalat tahajud Rasulullah tidak kaku dan sering berubah antara tiga belas atau sembilan rakaat.
- Umat Islam diperbolehkan untuk menunaikan shalat sunnah dengan posisi sambil duduk meskipun fisiknya masih mampu berdiri.
- Orang yang shalat sambil duduk bisa memilih untuk berdiri sesaat ketika hendak melakukan gerakan ruku'.
- Terdapat anjuran besar untuk melakukan shalat dua rakaat ringan sesaat sebelum iqamah shalat subuh dikumandangkan.
