Sunan Abu Daud Hadits 1159 - Formasi dan Tahapan Shalat Malam Nabi
Strategi Rasulullah Mengatur Durasi Rakaat Shalat Malam
Sunan Abu Daud : 1159
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1159
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسِ بْنِ مَخْرَمَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ قَالَ لَأَرْمُقَنَّ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّيْلَةَ قَالَ فَتَوَسَّدْتُ عَتَبَتَهُ أَوْ فُسْطَاطَهُ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ أَوْتَرَ فَذَلِكَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً
Zaid bin Khalid Al Juhani Diriwayatkan dari:
Sungguh aku akan memperhatikan shalat malamnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Zaid bin Khalid melanjutkan perkataannya: "Lalu aku tidur di dekat pintu beliau atau tenda besar beliau, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat dua raka'at dengan singkat, kemudian beliau melanjutkan dua raka'at yang panjang, dua raka'at yang panjang, dua raka'at yang panjang.Setelah itu beliau mengerjakan dua raka'at yang pendek dari sebelumnya, lalu shalat dua raka'at yang lebih pendek dari sebelumnya dan dua raka'at yang lebih pendek dari sebelumnya serta dua raka'at yang lebih pendek dari sebelumnya kemudian beliau mengerjakan witir hingga jumlahnya tiga belas raka'at."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan membuka shalat malam dengan dua rakaat ringan agar tubuh dan pikiran lebih siap beribadah.
- Memanjangkan durasi rakaat di awal lalu menurunkannya secara bertahap merupakan salah satu sunnah Nabi SAW.
- Mengamati dan mempelajari cara ibadah orang saleh atau guru adalah metode belajar yang dianjurkan dalam agama.
