Sunan Abu Daud Hadits 1188 - Menggabungkan Dua Surat dalam Satu Rakaat Shalat
Tata Cara Membaca Surat Al-Qur'an Saat Shalat
Sunan Abu Daud : 1188
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1188
حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَلْقَمَةَ وَالْأَسْوَدِ قَالَا أَتَى ابْنَ مَسْعُودٍ رَجُلٌ فَقَالَ إِنِّي أَقْرَأُ الْمُفَصَّلَ فِي رَكْعَةٍ فَقَالَ أَهَذًّا كَهَذِّ الشِّعْرِ وَنَثْرًا كَنَثْرِ الدَّقَلِ لَكِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ النَّظَائِرَ السُّورَتَيْنِ فِي رَكْعَةٍ النَّجْمَ وَالرَّحْمَنَ فِي رَكْعَةٍ وَاقْتَرَبَتْ وَالْحَاقَّةَ فِي رَكْعَةٍ وَالطُّورَ وَالذَّارِيَاتِ فِي رَكْعَةٍ وَإِذَا وَقَعَتْ وَنُونَ فِي رَكْعَةٍ وَسَأَلَ سَائِلٌ وَالنَّازِعَاتِ فِي رَكْعَةٍ وَوَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ وَعَبَسَ فِي رَكْعَةٍ وَالْمُدَّثِّرَ وَالْمُزَّمِّلَ فِي رَكْعَةٍ وَهَلْ أَتَى وَلَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فِي رَكْعَةٍ وَعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ وَالْمُرْسَلَاتِ فِي رَكْعَةٍ وَالدُّخَانَ وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ فِي رَكْعَةٍ قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا تَأْلِيفُ ابْنِ مَسْعُودٍ رَحِمَهُ اللَّهُ
Telah menceritakan kepada kami ['Abbad bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] dari [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari ['Alqomah] dan [Al Aswad] keduanya berkata:Seorang laki-laki datang kepada [Ibnu Mas'ud] seraya berkata: "Aku biasa membaca Al Mufashal (dari surat Qaaf atau Al Hujurat sampai An Naas) dalam satu raka'at." Maka Ibnu Mas'ud berkata: "Apakah membaca Al Qur'an itu seperti melantunkan sya'ir atau prosa-prosa tentang runtuhnya kurma dari pohonnya? Padahal Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca surat-surat yang sepadan, dua surat dalam satu raka'at, yaitu An Najm dan Ar Rahman dalam satu raka'at. "Iqtarabat" dan "Al Haqqah" dalam satu raka'at. "At Thur" dan "Adz Dzariyat" dalam satu raka'at. "Idza Waqa'at" dan "Nuun" dalam satu raka'at. "Sa`ala saa`ilu" dan "Wan naazi'aati" dalam satu raka'at. "Wailul lil muthaffifin" dan "Abasa" dalam satu raka'at. "Al Mudattsir" dan "Al Muzammil" dalam satu raka'at. "Hal ataa" dan "Laa uqsimu bi yaumil Qiyaamah" dalam satu raka'at. "Amma yatasaa`alun" dan "Wal mursalaati" dalam satu raka'at. "Ad dukhaan" dan "Idzas syamsu kuwwirat" dalam satu raka'at."Abu Daud berkata: "Ini adalah tulisan Ibnu Mas'ud rahimahullah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan membaca dan menggabungkan dua buah surat Al-Qur'an di dalam satu rakaat shalat, seperti yang dicontohkan Rasulullah.
- Membaca bacaan shalat dengan sangat cepat dan terburu-buru adalah perbuatan yang tidak beradab dan sangat dibenci.
- Shalat yang baik adalah shalat yang dikerjakan dengan ketenangan, di mana setiap huruf dari surat dibaca dengan jelas dan dihayati.
