Sunan Abu Daud Hadits 12 - Perubahan Hukum Arah WC
Keringanan di Akhir Hayat Nabi Terkait Arah Buang Air
Sunan Abu Daud : 12
Sunan Abu DaudNomor Hadis 12
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْحَقَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبَانَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَهَى نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِبَوْلٍ فَرَأَيْتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ بِعَامٍ يَسْتَقْبِلُهَا
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kita menghadap kiblat tatkala buang air kecil, kemudian saya melihat beliau setahun sebelum wafat, buang air kecil menghadap kiblat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Larangan awal menghadap kiblat dapat berubah menjadi boleh karena alasan tertentu.
- Keringanan diberikan oleh Nabi agar agama ini tidak terasa menyulitkan umatnya.
- Tindakan Nabi setahun sebelum wafat memperjelas kebolehan buang hajat dalam bangunan.
