Sunan Abu Daud Hadits 11 - Pengecualian Menghadap Kiblat
Melihat Posisi Buang Hajat Nabi dari Atap Rumah
Sunan Abu Daud : 11
Sunan Abu DaudNomor Hadis 11
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ عَمِّهِ وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ لَقَدْ ارْتَقَيْتُ عَلَى ظَهْرِ الْبَيْتِ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى لَبِنَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ لِحَاجَتِهِ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Sungguh, saya pernah naik atap rumah, lalu saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di atas dua batu bata menghadap Baitul Maqdis dalam keadaan buang hajatnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Posisi buang air Nabi yang membelakangi kiblat di bangunan membuktikan adanya keringanan.
- Ruang tertutup memberikan pelonggaran terhadap aturan arah saat buang hajat.
- Perhatian para sahabat dalam merekam detail aktivitas Nabi sangat berguna untuk hukum fikih.
