Sunan Abu Daud Hadits 10 - Keringanan Arah Buang Hajat
Keringanan Arah Kencing Jika Ada Penutup di Depan
Sunan Abu Daud : 10
Sunan Abu DaudNomor Hadis 10
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى عَنْ الْحَسَنِ بْنِ ذَكْوَانَ عَنْ مَرْوَانَ الْأَصْفَرِ قَالَ رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ أَنَاخَ رَاحِلَتَهُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَبُولُ إِلَيْهَا فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَلَيْسَ قَدْ نُهِيَ عَنْ هَذَا قَالَ بَلَى إِنَّمَا نُهِيَ عَنْ ذَلِكَ فِي الْفَضَاءِ فَإِذَا كَانَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ شَيْءٌ يَسْتُرُكَ فَلَا بَأْسَ
Marwan Al Ashfar Diriwayatkan dari:
Saya pernah melihat [Ibnu Umar] menderumkan untanya menghadap kiblat, lalu dia duduk dan buang air kecil dalam keadaan menghadapnya, lalu saya bertanya: "Wahai Abu Abdurrahman, bukankah hal ini telah dilarang?" Dia menjawab: "Benar, akan tetapi hal itu dilarang jika dilakukan di tempat terbuka, apabila antara dirimu dan kiblat ada sesuatu yang menutupimu, maka itu tidaklah mengapa."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hukum larangan menghadap kiblat berlaku kuat untuk tempat terbuka tanpa penutup.
- Diperbolehkan membuang hajat jika ada benda atau dinding pembatas di depannya.
- Pemahaman sahabat Nabi membantu kita menjalankan ajaran agama secara lebih fleksibel.
