Sunan Abu Daud Hadits 1337 - Status Zakat Perhiasan dan Barang Timbunan
Kapan Perhiasan Emas Tidak Disebut Barang Timbunan?
Sunan Abu Daud : 1337
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1337
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا عَتَّابٌ يَعْنِي ابْنَ بَشِيرٍ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَلْبَسُ أَوْضَاحًا مِنْ ذَهَبٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكَنْزٌ هُوَ فَقَالَ مَا بَلَغَ أَنْ تُؤَدَّى زَكَاتُهُ فَزُكِّيَ فَلَيْسَ بِكَنْزٍ
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Aku mengenakan perhiasan dari emas, lalu aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ini termasuk barang timbunan?" Beliau menjawab: "Apa yang sudah mencapai nishabnya untuk dizakati kemudian telah dikeluarkan zakatnya maka bukanlah termasuk barang timbunan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyimpan harta atau perhiasan emas diperbolehkan asalkan hak Allah berupa zakat selalu ditunaikan.
- Harta baru disebut sebagai timbunan yang dilarang agama apabila sudah mencapai nishab namun pemiliknya enggan berzakat.
- Seorang mukmin harus selalu waspada dan bertanya tentang hukum hartanya agar terhindar dari dosa menumpuk kekayaan tanpa arah.
