Sunan Abu Daud Hadits 1395 - Diyat dan Zakat
Kebijaksanaan Pemimpin Menggunakan Harta Zakat Untuk Membayar Diyat
Sunan Abu Daud : 1395
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1395
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّائِيُّ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ زَعَمَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ سَهْلُ بْنُ أَبِي حَثْمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَاهُ بِمِائَةٍ مِنْ إِبِلِ الصَّدَقَةِ يَعْنِي دِيَةَ الْأَنْصَارِيِّ الَّذِي قُتِلَ بِخَيْبَرَ
Sahl bin Abu Hatsmah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membayar diyahnya dengan seratus unta dari unta zakat, yaitu diyah seorang anshar yang terbunuh di Khaibar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pemimpin berhak dan memiliki wewenang menggunakan harta zakat untuk menyelesaikan masalah umat demi kemaslahatan bersama.
- Menjaga keamanan nyawa dan mencegah pertumpahan darah jauh lebih diutamakan dalam nilai syariat Islam.
- Agama Islam selalu memberikan solusi yang adil dan mendamaikan bagi setiap konflik dan perselisihan yang terjadi.
